.

.
.......WeLLcoMe To Kerinci Crew, Situs Koleksinya Para Anak² Kerinci.. Mudahan Ada Hal oR Sesuatu Yang Bermanfaat Yang Dapat Para Pembaca Ambil Dari Sini.. Have A Nice Day....... by : aDmiN

Karena banyaknya Link yang Expire, silakan lapor ke CS agar dapat kita benahin :)

Cari :

Memuat...
Now Radio is Offline !!!

Selasa

Mesjid Agung Pondok Tinggi

Masjid Agung Pondok Tinggi terdapat di Kota Sungai Penuh . Masjid ini dibangun pada tahun 1874 dengan dinding yang terbuat dari anyaman bambu. Arsitektur bangunan di percayakan masyarakat setempat kepada M.Tiru, salah seorang warga Pondok Tinggi. Pembangunan Masjid diawali dengan musyawarah warga Pondok Tinggi dan terbentuklah Panitia Pembangunan yang akan mengkordinir pekerjaan pembangunan, yang terdiri dari 4 orang Rio :
1. Bpk. Rukun (Rio Mandaro)
2. Bpk Hasip (Rio Pati)
3. Bpk Timah (Rio Temenggung)
4. Bpk H. Rajo Saleh (Rio Temenggung)
Kemudian ditunjuk juga 12 Tukang bangunan yang bertugas mengukur, memotong dan memilah berbagai bahan material. Sementara itu masyarakat setempat ikut membantu secara bergotong royong.
Pembangunan Masjid Agung Pondok Tinggi selesai secara permanen pada Tahun 1902. Pada awal pembangunan dinding Masjid terbuat dari anyaman bambu, lalu diganti dengan kayu yang diukir dengan motif khas Kerinci.

Keunikan masjid ini terletak pada arsitektur bangunannya. Arsitekur Masjid Agung Pondok Tinggi dibangun mengikuti model arsitektur masjid di Nusantara masa lampau dengan ciri atap berbentuk tumpang berlapis tiga. Bagi masyarakat setempat, tiga tingkat atap tersebut berkaitan dengan 3 filosofi hidup yang mereka jalankan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu bapucak satu (berpucuk satu), berempe Jurai (berjurai empat), dan batingkat tigae (bertingkat tiga). Berpucuk satu melambangkan bahwa masyarakat setempat mempunyai satu kepala adat dan beriman kepada Tuhan Yang Esa (satu); berjurai empat, lambang dari 4 jurai yang terdapat di Pondok Tinggi tempat masjid dibangun; dan batingkat tiga ialah simbolisasi dari keteguhan masyarakat dalam menjaga 3 pusaka yang telah diwariskan secara turun-temurun, yaitu pusaka tegenai, pusaka ninik mamak, dan pusaka depati.

Keistimewaan lainnya adalah masjid ini ditopang oleh 36 tiang penyangga. Ke 36 tiang tersebut dibagi menjadi 3 kelompok tiang, yaitu tiang panjang sembilan (tiang tuo), tiang panjang limau (panjang lima), dan tiang panjang duea (tiang panjang dua). Tiang-tiang tersebut ditata sesuai dengan ukuran, komposisi, dan letaknya masing-masing. Tiang panjang sembilan (tiang tuo) sebanyak empat buah tertata membentuk segi empat yang terletak di ruangan bagian dalam. Untuk tiang panjang limau (panjang lima) sebanyak 8 buah tertata membentuk segi empat dan tiang-tiang ini terletak di ruangan bagian tengah. Sementara itu, tiang panjang duea (panjang dua) sebanyak 24 buah tertata membentuk segi empat dan terletak di ruangan bagian luar.

Selain itu, goresan ukiran yang terpahat dengan indah, teratur, dan rapi pada dinding-dinding masjid menambah nilai artistik. Ukiran yang terpahat pada dinding masjid kaya dengan aneka motif khas berbagai bangsa, seperti Persia, Romawi, Mesir, dan Indonesia.





sumber : http://wisatakabkerinci.blogspot.com/search/label/Mesjid%20Agung%20Pondok%20Tinggi

Like with Facebook