.

.
.......WeLcoMe To Kerinci Crew, Situs Koleksinya Para Anak² Kerinci.. Mudahan Ada Hal oR Sesuatu Yang Bermanfaat Yang Dapat Para Pembaca Ambil Dari Sini.. Have A Nice Day....... by : aDmiN

Karena banyaknya Link yang Expire, silakan lapor ke CS agar dapat kita benahin :)

Cari :

Tampilkan postingan dengan label KERINCI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KERINCI. Tampilkan semua postingan

Rabu

Naskah Melayu Tertua

NASKAH TANJUNG TANAH (NASKAH MELAYU TERTUA DI DUNIA)















Naskah Tanjung Tanah merupakan kitab Undang-Undang yang dikeluarkan oleh Kerajaan Melayu pada abad ke-14 untuk menetapkan Hukum di Bumi Kerinci. Naskah yang ditulis di Keraton Dharmasraya dengan menggunakan tulisan Sumatera Kuno adalah naskah melayu tertua di dunia.

Filolog Belanda Petrus Voorhoeve telah menemukan naskah ini pada tahun 1941. Naskah itu itu kemudian ditransliterasi (dialihsarakan) oleh Prof. Dr. Poerbatjaraka. Pada tahun 2002 Prof.Dr. Uli Kozok membawa sampel naskah ini ke Wellington, Selandia baru untuk diperiksa di Laboratorium agar dilakukan Penanggalan Radiokarbon. Hasil Pengujian ini memperkuat dugaan Kozok bahwa naskah Tanjung Tanah adalah naskah Melayu yang tertua.

Untuk melihat isi dari naskah tanjung tanah yang telah di alih aksarakan, silakan klik Link ini : NASKAH TANJUNG TANAH

Depati Nan Bertujuh

Adapun Wilayah Adat Depati nan Bertujuh pada saat sekarang ini adalah : di seputar wilayah Dusun Sungai Penuh, Pondok Tinggi, Dusun Baru, yang terletak pada Kecamatan Sungai Penuh.
Sebutan Depati nan Bertujuh di dasarkan oleh Kerapatan Adat para Depati yang terdiri dari tujuh orang Depati. Sebutan Depati nan Bertujuh lebih dikenal dengan secara lengkap dengan penyebutan : " Depati Nan Bertujuh Permenti Nan Sepuluh Pemangku Nan Berdua Ngabi Teh Santio Bawo ". Di daerah Sakti Alam Kerinci Depati Nan Bertujuh digelari dengan : SULUH BINDANG ALAM KINCAI, yang maknanya pada zaman dahulu (periode pemerintahan Adat zaman Depati IV delapan helai kain), Depati Nan Bertujuh dikenal sebagai pusat pembelajaran ilmu Agama Islam dan Pusat penyebaran Agama Islam. Suluh Bindang secara harfiah dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai ; yang menerangi, yang mencerahkan. Selain digelari sebagai Suluh Bindang alam Kincai, Depati nan Bertujuh juga dikenal dengan gelar Pugawe Rajo Pugawe Jneang (Pegawai Raja Pegawai Jenang).

Adapun Depati Nan Bertujuh terdiri dari :

Depati Santiodo Piagam Sepucuk (Dpt. Studea Piageang Sapucok)
Depati Payung nan Sekaki (Dpt. Payoang nan sakakai)
Depati Sungai Penuh (Dpt. Sunge Pnoah)
Depati Pahlawan Negara (Dpt. Pahlawan Nagarea)
Depati Alam Negeri (Dpt. Alam Negroi)
Depati Simpang Negeri (Dpt. Simpan Negroi)
Depati Nyato Negaro (Dpt. Nyatoa Negarea)

Adapun Depati pada poin nomor 1 s/d 4 dikenal dengan istilah: DEPATI NAN BEREMPAT, ISOI UMOH DEH UMOH PATELAI, SENDOINYO PADEAK TANOH KERJON (Depati yang Berempat, isi nya Rumah Gedang/Rumah Besar Rumah Petelai, Sendi nya Padat Tanah Kerjon/Kerajaan)
Adapun Umoh Deh Umoh Petlai (Rumah Gedang) tersebut, terletak di Tanah Mendapo nya Depati nan Bertujuh. Adapun lokasi Tanah Mendapo tersebut pada masa sekarang ini yaitu di dekat Masjid Raya Kota Sungai Penuh. Di Tanah Mendapo inilah tempat melakukan Prosesi Acara Pengukuhan Gelar Adat, yang dilakukan pada saat Kenduri Pusaka (Kenduri Sko).
Kenduri Sko ini diadakan dengan rentang waktu 10 s/d 25 Tahun sekali, melihat dari keadaan dan situasi, jadi tidak ada jadwal yang baku kapan mesti diadakan kenduri sko tersebut. Pada saat kenduri sko inilah penobatan gelar adat dikukuhkan seperti gelar : Ngabi, Depati, Mangku, Rio, Datuk, disertai dengan pengukuhan gelar ninik mamak. Pada prosesi Kenduri Sko dilakukan dengan menghanguskan beras seratus kerbau se-ekor, beras duapuluh kambing se-ekor. Beras seratus Kerbau se-ekor untuk penobatan gelar Depati dan Ngabi, sedangkan Beras Duapuluh Kambing se-ekor untuk penobatan gelar Ninik Mamak, Rio, Mangku dan Datuk

Pemukiman Nenek Moyang Orang Kerinci

Nenek Moyang orang Kerinci selalu membuat pemukiman pada daerah2 yang subur, yang sering disebut ; talang, dusun, koto. Perkembangan pemukiman ini diperkirakan terjadi pada zaman SUGINDO. Pada masa Sugindo perkembangan kehidupan masyarakat sudah jauh lebih maju, mereka sudah mulai hidup menetap.
Mengacu pada tempat penemuan benda2 peninggalan sejarah, maka diketahui pemukiman2 yang pernah dibuat nenek moyang pada zaman dulu diantaranya terletak di:

1. Disekitar Gunung Masurai, Danau Depati Empat (Danau Besar), Danau Pauh. Diperkirakan daerah2 ini merupakan Lokasi Dusun Purba; Renah Punti, Talang Menggala, Muara Penon, Durian Tinggi dan Sungai Kuyung. Kelima Dusun itu diperkirakan berada disekitar daerah Serampas dan Sungai Tenang Kecamatan Jangkat. dan disekitar daerah itu diperkirakan juga terdapat Dusun Purba Koto Mutun, Renah Lipai Tuo, Pelegai Panjang, yang berada dalam Kecamatan Muara Siau.
2. Disebelah Selatan Danau Kerinci sekitar Dusun Muak sekarang, terdapat Dusun Purba Jerangkang Tinggi.
3. Disebelah tepi Barat Danau Kerinci sekitar Dusun Jujun dan Benik sekarang.
4. Di dataran Tinggi diatas kota Sungai Penuh, diantara Bukit Mejid dan Bukit Koto Tinggi, disekitar daerah Koto Pandan sekarang.
5. Disekitar perbukitan diatas Dusun Kumun sekarang
6. Disekitar perbukitan diatas Sungai Liuk, diperkirakan tempat dusun purba Koto Bingin
7. Disekitar perbukitan diatas Simpang Belui dan Semurup, diperkirakan tempat dusun purba Koto Limausering.
8. Disekitar Dusun Hiang diperkirakan terdapat dusun purba Koto Jelatang.

Lokasi Dusun Purba telah tumbuh banyak dusun yang terbentuk secara bertahap dalam selang waktu yang cukup lama, sebagai contoh :

1. Dari Dusun Purba JERANGKANG TINGGI melahirkan Dusun Pulau Sangkar, Sanggaran Agung, Jujun, Pulau Tengah, Siulak Mukai dan Pengasi.
2. Dari Dusun Pulau sangkar kemudian pindah ke utara melahirkan Dusun Lekuk 33 Tumbi yang kemudian berubah nama menjadi Dusun Terutung. sebagian berpindah ke arah barat melahirkan dusun Lekuk 50 Tumbi atau Dusun Lempur sekarang. Dari dusun Pulau sangkar melahirkan Dusun Pondok, Muak, Lolo, Lubuk Paku, Keluru, Semerap.
3. Dari Dusun Sanggaran Agung berkembang menjadi Dusun Tanjung Pauh Mudik, Pondok Siguang, Tanjung Pauh Hilir, Talang Kemulun.
4. Dari dusun Pengasi berkembang menjadi Dusun Pulau Pandan, Pendung Talang Genting,, Tebing Tinggi, Seleman, Tanjung Batu, Pidung. Untuk Seleman sebagian penduduknya berasal dari Dusun Purba Koto Jelatang.
5. Dari Dusun Pulau Tengah berkembang menjadi Dusun Koto Tuo dan Koto Dian.
6. Dari Dusun Jujun berkembang menjadi Dusun Benik.
7. Dari Dusun Siulak Mukai di Tanah Sekudung, berkembang menjadi Dusun Mukai Mudik, Mukai Tengah, Mukai Ilir, Siulak Gedang, Siulak Panjang, Lubuk Nagodang, Siulak Kecik, Siulak Tenang, Tanjung Genting, Koto Kapeh, Sungai Pegeh, Dusun Baru, Sungai Labu.

Sekelumit Sejarah Nenek Siak Lengih

Nenek Siak Lengis di percaya sebagai Nenek Monyangnya Orang Sungai Penuh-Pondok Tinggi-Dusun Bernik - Dusun Baru dan Dusun Empih. Wilayah2 ini sekarang lebih dikenal dengan nama wilayah adat : " Depati Nan Bertujuh Permenti Nan Sepuluh Pemangku Nan Berdua Ngabi Teh Santio Bawo ".
Konon nama Siak Lengis merupakan gelar panggilan terhadap beliau, siak adalah panggilan kepada seorang alim ulama pada masa itu, karena beliau dikenal sebahai sosok penyebar Agama Islam pada masa itu dan seorang Wali Allah, dan Lengis berasal dari kata Langeh yang berarti suara yang sangau/parau/langeh, sehingga beliau mendapat gelar panggilan SIAK LANGEH/ SIAK LENGIS. Di dalam Tambo dan naskah2 kuno yang masih disimpan sebagai pusaka, beliau mempunyai banyak gelar, diantaranya : Syekh Samilullah, Makudun Sati, Malin Sabiyatullah, Tuanku Siak Belindung. Menurut tambo dan cerita orang2 tua, kematian nenek siak lengis masih diliputi misteri, karena wafatnya tidak meninggalkan bekas (hilang), dan kononnya makam beliau yang ada di Koto Pandan - Sungai Penuh, tdk menyimpan jasad beliau, namun hanya sorbannya, jasadnya gaib entah kemana, dituturkan oleh cerita2 orang tua beliau gaib menghilang di tengah halaman sewaktu hendak mengambil wudhu dan tidak pernah kembali. Menurut kata2 Tambo beliau memiliki : " Basanggun Buwin Basanggun Sirat Meniti di Mata Keris Berjalan di Kulit Air Berjabat di Manau Kuning. Menurut cerita Tambo, beliau bermukim di Sungai Kunyit-Koto Pandan, dan mempunyai peliharaan Naga Bersisik Emas (Nago Saktai Bagelang Emas) Harimau Kumbang Bermata Biru, Burung Elang Berpatuk Putih, apa dan bagaimana hakikatnya dari cerita tambo, wallahu'alam . .
Beliau dikenal sebagai sosok penyebar Islam di Alam Kerinci pada masanya. terutama di wilayah Depati Nan Bertujuh, sehingga wilayah Depati Nan Bertujuh dikenal dengan sebutan " SULUH BINDANG ALAM KINCAI " yang artinya yang memegang Hukum Syarak (agama), Wilayah Depati Nan Bertujuh (Sungai Penuh, Pondok Tinggi, Dusun Bernik, Dusun Empih dan Dusun Baru) juga dikenal dengan sebutan " PUGAWE RAJO PUGAWE JNANG " / pagawoi rajea pagawoi jneang.

Nenek Siak Lengis mempunyai dua orang istri, yaitu :
1. Puti Gento Syuri
2. Dayang Beranai

Keturunan Puti Gento Syuri

Dari Puti Gento Syuri, Nenek Siak Lengis mempunyai satu orang anak perempuan (tunggal) yang bernama : Ratu Berembok Syuri
Ratu Berembok Syuri menikah dengan Depati Pangga Tuo (orang dari tanah semurup) dan mempunyai tiga orang anak :
1. Rambi Seti Dandan Merah gelar Ngabi Tunggu Umah Tunggu Mendapo
2. Kademang Pagawe Rajo Sungai Penuh, istri nya bernama Rabiah
3. Rio Jayo Bertombak Belang Berjanggut Jenggi, istri nya bernama Pandan Mengurai- gelar Puti Siran Nek Gigi

Keturunan Dayang Beranai

Dari Dayang Beranai, Nenek Siak Lengis mempunyai sembilan (sembilan) orang anak, yaitu :
1. Siak Mangkudun (laki-laki)
2. Djangsi (laki-laki)
3. Hana Hoekir (Perempuan)
4. Hana Hada (Perempuan)
5. Hana Koening (Perempuan)
6. Hana Tjoepa(Perempuan)
7. Hana Boekat (Perempuan)
8. Hana Dayang (Perempuan)
9. Hana Matjit (Perempuan)

Dayang Beranai adalah kakak perempuan dari DATUK PERPATIH NAN SEBATANG dan PUTI UNDUT SELARAS PINANG MASAK yang berasal dari Pariang Padang Panjang (Minang Kabau). Jadi nenek siak lengis adalah ipar dari Datuk Perpatih Nan Sebatang.
Puti Undut Selaras Pinang Masak ada hubungannya dengan daerah INDRAPURA dan daerah Jambi, yaitu : Orang Kayo Hitam, Orang Kayo Pidatar, Kayo Pinggai, Orang Kayo Gemuk, daerah Jambi seberang Pulau Berhala

Asal Usul Orang Kerinci

Dari bukti2 sejarah dapat diketahui bahwa orang Kerinci berasal dari Ras Melayu, spesifiknya PROTO MELAYU (MELAYU TUA) yang bermigrasi ke pulau Sumatera dan Nusantara sebelum gelombang migrasi DEUTERO MELAYU (MELAYU MUDA), Ada beberapa teori migrasi Ras Melayu yang di paparkan oleh para ahli antropologi dan arkeologi dan ahli sejarahyang sampai saat ini masih diperdebatkan.

Menurut para pakar, pada waktu kedatangan Proto Malaiers (Melayu Tua) ke Alam Kerinci, di daerah ini sendiri telah didiami oleh manusia. Para ahli memberi istilah " manusia Kecik Wok Gedang Wok". darimana asal usul manusia Kecik Wok Gedang Wok, belum ada para pakar yang bisa memastikannya. Istilah Kecik Wok Gedang Wok dipakai karena masyarakat itu belum mempunyai nama panggilan, sapaab diantara sesamanya hanya dengan menggunakan sebutan "Wok". kehidupan masih primitif, mereka penghuni goa-goa dan tebing2 batu.
Kapan datangnya Kecik Wok Gedang Wok ke wilayah Alam Kerinci dan darimana asalnya masih di perdebatkan para ahli, namun yang jelas mereka merupakan penduduk pertama disini. Dalam perjalanan sejarah, Kecik Wok Gedang Wok telah mengalami percampuran dengan penduduk2 yang datang kemudiannya, termasuk percampuran dengan Ras Melayu Tua dan Ras Melayu Muda, sehingga saaat ini tidak ditemukan lagi orang Kecik Wok Gedang Wok yang berdarah murni (asli). Manusia Kecik Wok Gedang Wok diperkirakan telah menghuni Kerinci semenjak 10.000 Tahun yang silam.

Perjalanan kehidupan nenek moyang orang Kerinci berkembang dengan cepat, diantaranya menyebar mencari daerah2 baru kesebelah selatan Kerinci Tinggi, yaitu daerah Serampas, Sungai Tenang, Muara Siau dan Jangkat. Sebagian lainnya migrasi ke Kerinci Rendah; daerah sekarang yang disebut Sungai Manau (Tanah Renah), Lubuk Gaung dan Nalo Tantan.
Penyebaran Orang Kerinci bahkan samapai ke daerah Koto Baru (wil.Sumatera Barat paling Selatan). Demikian pula halnya komunitas orang Kerinci yang ada di Serampas, Sungai Tenang, Muara Siau dan Jangkat, sebagian ada yang berpindah dan menetap di daerah sepanjang aliran Sungai Batang Limun, Batang Asai dan daerah Sarolangun. Di daerah Muara Bungo dan Sarolangun mereka membentuk persekutuan masyarakat adat sendiri. Walaupun mereka tdk berada dalamwilayah Alam Kerinci secara geografris, namun hubungan dengan daerah asalnya tetap terjalin bauk dan harmonis. Orang2 ini menamakan dirinya dengan " ORANG BATIN".

Kebudayaan dan adat istiadat orang batin banyak persamaan dengan orang Kerinci, termasuk dalam hal ciri-ciri fisik. Kesamaan itu karena mereka berasal dari keturunan Nenek Moyang yang sama. Orang Batin sendiri pada Musyawarah Adat Kabupaten Sarko Tahun 1969 mengatakan tentang asal usulnya dalam Seluko Adat (pepatah adat) : " Pucuk adalah induk segalo Batin ". Pucuk artinya daerah diatas, yaitu daerah yang lebih tinggi yaitu Kerinci Tinggi.

Asal Usul Nama Kerinci

Kata " Kerinci " diperkirakan baru dikenal orang sekitar awak Tahun Masehi. Kepastian tentang asal usul nama "Kerinci" memang sulit untuk dijawab dan sampai sekarang masih di perdebatkan banyak kalangan. Karena ada berbagai macam versi pendapat tentang itu, dengan argumentasi yang bermacam-macam pula. Tapi kita tidak usah larut dengan polemik itu.

Sebutan kata Kerinci dalam masyarakat Kerinci sendiri diucapkan dengan dialek yang berbeda, yang merupakan pengaruh dialek masing2 bahasa tiap2 dusun, kelompok atau komunitas masyarakat yang berbeda. Memang di daerah Sakti Alam Kerinci kaya akan dialek bahasa. Lain Dusun/Desa/Koto, lain pula dialek bahasanya. Pada prinsipnya bahasanya hampir sama, hanya dialek saja yang sedikit berbeda. namun ada juga kosa kata2 tertentu yang memang penyebutan dan dialeknya berbeda jauh.

Orang Sungai Penuh, Pondok Tinggi, Dusun Baru, Hamparan Rawang, Koto Lanang, Tanjung Pauh dan sekitarnya melalafal kata Kerinci dengan sebutan : KINCAI
Orang Semurup, Siulak dan sekitarnya menggunakan kata : KINCI
Orang Kerinci Hilir (P.sangkar, Lempur, Tamiai) menggunakan kata : KRINCI
Orang MinangKabau ada yang menggunakan kata : KURINCI

Berikut beberapa versi pendapat tentang asal usul nama " Kerinci " yang dikenal dengan julukan : SEKEPAL TANAH YANG TERCAMPAK DARI SURGA atau sering juga orang menyebut TANAH SERAMBI MADINAH

* Sebuah legenda mengatakan bahwa nama Kerinci berasal dari kata " KUNCI ", yang mengkiaskan daerah ini berada dalam kondisi geografis yang terkunci, dimana dikelilingi oleh bukit barisan yang berlapis-lapis dengan medan yang sulit untuk menembus daerah ini pada zaman dahulu, seolah daerah ini tertutup untuk akses keluar.

* Sebagian orang ada yang berpendapat asal nama Kerinci dari keadaan geografis Kerinci yaitu yang " Kering-kering Cair". dimana pada musim penghujan sebagian daerah kerinci terendam banjir akibat meluapnya air sungai dan danau kerinci, sebaliknya pada musim kemarau iklim menjadi kering.

* Sebagian berpendapat, kata Kerinci berasal dari bahasa India kuno (Tamil) yang berarti perbukitan atau pegunungan. Orang Tamil dari India Selatan pada masa Kerajaan Mahenjodaro dan Harappa (lebih kurang 3000 thn SM)mengenal baik daerah Kerinci sebagai penghasil Kemenyan, Cempaka, Kayu Sigi (Pinus), dsb.

Minggu

Taman Bunga Puti Senang



Taman Bunga Puti Senang terletak tidak jauh dari perkotaan dapat dijangkau dengan kendaran roda dua maupun roda empat dengan pemandangan yang dihiasi bemacam bentuk jenis-jenis bunga

Pembangunan Pasar Tradisional Pariwisata

Kota Sungai Penuh adalah salah satu Kota Otonomi yang ada di Propinsi Jambi yang terletak di pegunungan dan mempunyai luas 39.150 ha, dimana 23.177,6 ha adalah kawasan Taman Nasional Kerici Seblat (TNKS) dan selebihnya merupakan kawasan pemukiman dan lahan budi daya.

Kota Sungai Penuh memiliki banyak potensi wisata, terutama objek wisata alam dan budaya yang dikenal memiliki panorama yang indah dan berudara sejuk.

Kota Sungai Penuh mempunyai kekayaan alam dan panoramanya yang eksotis, kekayaan flora dan fauna, tradisi seni budaya yang masih mengakar pada aslinya serta peninggalan sejarah arkeologi yang sudah tua, ini merupakan potensi objek wisata yang dapat menarik kunjungan wisatawan. Dengan memanfaatkan Potensi alam dan kekayaan hutan serta seni budaya yang beragam maka hal ini akan menjadi suatu daya tarik tersendiri bagi pembangunan Kota Sungai Penuh. Seperti diketahui bahwa Kota Sungai Penuh merupakan kota yang sektor PAD nya mayoritas berasal dari sektor jasa.

Melihat hal tersebut di atas maka Kota Sungai Penuh berpotensi untuk dibangun Pasar Tradisional Pariwisata, yang mana pasar ini khusus untuk tempat menjual barang-barang cenderamata yang berasal dari homeindustri atau industri kecil yang ada di dalam Kota Sungai Penuh. Dalam pembangunan Pasar Tradisional Pariwisata ini, Kota Sungai Penuh mempunyai potensi. Adapun, antara lain :

A. Tersedianya bahan-bahan untuk membuat barang cenderamata

B. Tersedianya para pengrajin cenderamata yang andal

C. Tersedianya usaha-usaha homeindustri di dalam Kota Sungai Penuh

D.Tersedianya sumber daya alam

Melihat uraian di atas, dimana Kota Sungai Penuh adalah merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang ada di Provinsi Jambi dan juga sudah ramai dikunjungi oleh para wisatawan, maka untuk itu perlu dibangun Pasar Tradisional Pariwisata di Kota Sungai Penuh. Pasar Tradisional Pariwisata ini nantinya adalah merupakan tempat yang khusus menampung para penjual barang-barang cenderamata (souvenir) yang dibuat oleh para pengrajin yang ada dalam Kota Sungai Penuh.

Water Park

Kota Sungai Penuh saat ini mempunyai luas wilayah 39.150 ha dan penduduk sebanyak 87.804 jiwa yang tersebar pada 5 (lima) kecamatan. Kota Sungai Penuh sangat berpotensi untuk dapat berkembang menjadi daerah tujuan wisata di Provinsi Jambi, lantaran pesona alamnya yang indah dan berhawa sejuk dan merupakan daerah perbukitan dengan mempunyai suhu berkisar antara 18�C � 26�C dan mempunyai banyak sumber mata air, sehingga daerah ini sangat cocok untuk dibangun tempat pemandian yang dilengkapi dengan Water Park

Seperti kita ketahui bahwa Kota Sungai Penuh mempunyai banyak sumber mata air sehingga sangat cocok untuk membangun kolam renang yang dilengkapi Water Park. Dewasa ini sudah banyak masyarakat yang menyenangi oleh raga renang, baik itu anak-anak hingga orang dewasa. Perlu diketahui bahwa Kota Sungai Penuh saat ini hanya mempunyai 2 (dua) buah kolam renang dan tidak dilengkapi dengan Water Park, sehingga hal ini memungkin dibuatnya satu buah kolam renang yang standar dan dilengkapi Water Park.

Bukit Sentiong



Objek wisata Bukit Sentiong adalah merupakan tempat memandang dari ketinggian Kota Sungai Penuh diwaktu sore dan malam hari dimana dapat terlihat seluruh Kota Sungai Penuh dan hamparan sawah yang terbentang luas. Bukit Sentiong terletak di Pusat Kota Sungai Penuh dan mempunyai areal yang cukup luas digunakan sebagai tempat bersantai, pada sore dan malam hari di kaki Bukit Sentiong telah ramai dikunjungi oleh wisatawan terutama wisatawan lokal.

Bukit Sentiong sangat berpotensi untuk dapat dikembangkan, karena letaknya dipinggir Kota Sungai Penuh dan dapat dengan mudah dijangkau. Bukit Sentiong kalau di olah dengan baik dapat dijadikan tempat Wisata yang indah, lokasi permainan anak-anak dan tempat mencicipi masakan Khas Kota Sungai Penuh ( Kerinci) dan pusat jajanan lainnya.

Bukit Semancik

Taman Bukit Khayangan dan Bukit Semancik merupakan tempat memandang panorama alam, dimana kita dapat memandang dari ketinggian dengan melihat Kota Sungai Penuh, Danau Kerinci, Gunung Kerinci, hamparan sawah yang membentang dan desa-desa tempat tinggal penduduk tertata di sepanjang pinggiran bukit hijau. Di Taman Bukit Khayangan kita dapat pula mendengar suara -suara siamang dan kicauan burung yang saling bersahutan pada pagi hari dan sore hari.

Pada saat ini Taman Bukit Khayangan telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas antara lain:

a. Gazebo tempat memandang 1 (satu buah)

b. Saung 2 (dua) buah

c. Tempat peristirahatan yang dilengkapi dengan W.C Umum 1 (satu) buah

d. Areal perparkiran untuk kendaraan roda 2 (dua) dan roda 4 (empat)

Tale Kincai

Balailah Uwo Download
Bilea Takanang Urang Jaeuh Download
Majalou Angain Download
Kunon Lamo Download
Hatai Puteh Download
Bimbea Download
Bungo Tiraseh Download
Bukit Tiong Download
Di Mabuk Rindau Download
Duea Download
Karam Ladiratai Download
Kasieh Ngan Tabueang Download
Maju Khincai Download
Manirou Rabeah Download
Marajuk Surang Download
Marindau Download
Marindau2 Download
Pandang Partamo Download
Putei Sanang Download
Rayo Kadue Download
Ruwolah Baloik Download
Sayang Ideak Sudea Download
Sunge Mancoa Download
Tanjung Bajure Download
Tideulah Sayang Download
Tumbuk Panano Download
Tus-tus Download
Uhang Jauh Download
Dibudare Download
Rumoh Gadeng Download
Iluk Tapian Download
Naset Punggoak Download
Tabueng Download
Tahibea Download
Talea Kaseah Download
Tangaih Taimbeang Download
Titan Hideuk Download

Potensi Sumber Daya Wisata Alam

Karakteristik tofografis dan morfologis yag dimilikinya menjadikan Kabupaten Kerinci sebagai wilayah yang beriklim sejuk dan berpanorama alami sangat indah dan menakjubkan. Kondisi ini menganugerahi Kerinci suatu potensi sumber daya wisata alam (ekowisasta) yang sangat besar. Potensi wisata alam juga ditunjukkan oleh kekayaan flora dan fauna dengan keanekaragamannya yang sangat tinggi khususnya dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Keragaman potensi flora mencakup lebih kurang 4000 jenis yang didominasi oleh famili dipterocarpacae, leguminosae, lauraceace dan mirtaceae serta terdapat semak-semak alvin dari vaccinium rhododendron pada daerah di atas 3000 mdpl. Selain itu juga terdapat tegakan alam pinus mercuri strain Kerinci, bunga bangkai, amorphophallus titanum, bunga reflesia arnoldi dan berbagai jenis flora lainnya.

Tidak jauh berbeda dengan kekayaan flora, pada kawasan TNKS juga terdapat berbagai jenis fauna yaitu mencapai 37 jenis mamalia, 139 jenis burung, 10 jenis reptelia dan 6 jenis primata. Berbagai jenis satwa langka lainnya yang ditemukan adalah badak sumatera (dicerorphinis sumatrensis), harimau sumatera (phantera tigiris), macan dahan (neopelis nebbulosa, kambing hutan (capricornis sumatrensis, dengan jenis primata seperti siamang (sympalangus syndactilus), ungko (hylobetes agilis), simpai (presbytis melaluphos), wau-wau hitam (Hylobates lar), beruk (maraca nemestrina, kera (mancaca dascicu-laris) dan fauna lainnya.

Potensi sumber daya obyek wisata alam lainnya adalah Danau Kerinci, Danau Gunung Tujuh, Danau Lingkat, Air Terjun, Gunung Kerinci, Air Panas, Aroma Peco, Goa, Panorama Alam, Batu Gong Pondok, Batu Bersurat, Mesjid Agung Pondok Tinggi, Mesjid Keramat Pulau Tengah, Periuk tembikar Rawang dan Tulisan Rencong pada kulit kayu dan tanduk. Danau Gunung Tujuh merupakan danau yang berada diatas pegunungan bukit barisan dan tercatat sebagai danau tertinggi di Asia Tenggara, sementara Gunung Kerinci tercatat sebagai gunung berapi aktif tertinggi di Indonesia.

Sumber Daya Air

Potensi sumber daya air di Kabupaten Kerinci sangat melimpah, karena letaknya yang berlokasi di dataran tinggi dengan kondisi topografi pergunungan dan hutan lebat, disertai beberapa alur sungai dan anak sungai. Sebagian aliran sungai dan anak sungai bermuara ke Danau Kerinci, kemudian mengalir melalui Sungai Batang Merangin sampai ke pantai timur Jambi. Sebagai gerbang utama arus ke luar deposit air dari Danau Kerinci, Sungai Batang Merangin semerupakan sungai terbesar yang ada di Kabupaten Kerinci.

Sungai lain yang terdapat di Kabupaten Kerinci adalah Sungai Sikai, Sungai Rumpun, Sungai Tanduk, Sungai Cibudak, Sungai Dadap, Sungai Simpang Tutup, Sungai Siulak Deras, Sungai Koto Rendah, Sungai Bukit Sembahyang, Sungai Dusun Baru, Sungai Pendung Mudik, Sungai Air Patah, Sungai Terung, Sungai Semurup, Sungai Tutung, Sungai Bungkal, Sungai Batang Serong, Sungai Renah Kayu Embun, Sungai Batu Lumut , Sungai Tanah Kampung, Sungai Hiang, Sungai Batang Sangir, Sungai Betung Kuning, Sungai Cupak Raja Seleman, Sungai Talang Kemulun, Sungai Lubuk Pagar, Sungai Tapan, Sungai Air Jernih, Sungai Air Terjun, Sungai Air Lintah, Sungai Talang Kemuning, Sungai Rawa Air Lingkat, Sungai Rumpun dan Sungai Renah Sako. Selain bermuara di Danau Kerinci, sebagian dari sungai ini mengalir ke Sumatera Barat seperti Sungai Air Terjun ke Kabupaten Solok Selatan dan Sungai Batang Sako ke Kabupaten Pesisir Selatan.

Yang menjadi permasalahan adalah daerah aliran Sungai (DAS) yang melewati wilayah Kabupaten Kerinci sudah mengalami pencemaran dan kerusakan sebagai akibat penebangan hutan, sehingga pada musim hujan banyak massa tanah yang hanyut (erosi) dan mengakibatkan pendangkalan sungai dan pendangkalan Danau Kerinci serta mempengaruhi kadar kapur tanah. Pendangkalan sungai dan danau terjadi sebagai akibat tersuspensinya colloid tanah liat humus di dasar air.

Potensi sumerdaya air lainnya di Kabupaten Kerinci adalah keberadaan beberapa danau yang terdiri atas: Danau Kerinci, Danau Gunung Tujuh, Danau Lingkat, Danau Belibis dan danau-danau kecil lainnya yang berpotensi untuk diolah sebagai air mineral dan dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit energi listrik PLTA.

Map Rute



Wisata Alam terdiri dari
  1. Gunung Kerinci : memiliki ketinggian 3805 m berjarak 49 Km dari Sungai Penuh.
  2. Danau Gunung Tujuh : merupakan salah satu objek wisata alam yang mempunyai keindahan tersendiri berada pada ketinggian 1.996 mDpl adalah Danau tertinggi di Asia Tenggara.
  3. Perkebunan Teh Kayu Aro dengan luas 3050 Ha Berada ketinggian lebih dari 1500 mDpl dan merupakan Perkebunan Teh dengan hamparan terluas di dunia yang di kelola oleh PT. Perkebunan Nusantara VI. Dimana khusus untuk grade 1 s/d 10 merupakan kualitas expor.
  4. Air Terjun Telun Berasap : Air terjun ini menyuguhkan keindahan aliran air melewati tebing terjal (+50 m) dan hempasan curahan air pada bebatuan yang mengeluarkan bunyi gemuruh dan butiran air seperti asap sehingga menimbulkan warna-warna pelangi.
  5. Sumber Air Panas Semurup : terletak 9 Km dari ibukota Kabupaten Sungai Penuh tempat ini dapat dijadikan tempat pemandian air panas alami.
  6. Panorama Bukit Kayangan : dari bukit ini kita dapat melihat keindahan kota Sungai Penuh.
  7. Danau Kerinci : memiliki luas 4000 Ha terletak pada ketinggian 783 mDpl Danau ini terletak 16 Km dari ibukota Kabupaten Sungai Penuh.

Objek Wisata Alam Flora dan Fauna
Taman Nasional Kerinci Seblat, yang terdiri dari flora dan fauna yang indah dan menarik





Objek Wisata Alam lainnya :

1. Danau Belibis


2. Rawa Ladeh Panjang


3. Danau Gunung Tujuh


4. Sumber Air Panas Sungai Medang


5. Air Terjun Pancuran Tujuh


6. Hutan Adat Tamadak


7. Tanjung Pelita

Seni dan Budaya Kerinci

Kabupaten Kerinci memiliki potensi nilai seni dan budaya cukup besar dengan keragaman yang sangat tinggi. Potensi seni yang berkembang di daerah ini diantaranya adalah seni musik daerah, nyanyian-nyanyian daerah, tarian daerah, kesenian bernuansa islami, dan berbagai bentuk seni tradisional lainnya. Eksistensi kesenian daerah dimungkinkan oleh keberadaan kelompok-kelompok seni daerah yang tersebar di berbagai daerah perdesaan yang meliputi seni teater sebanyak 28 buah, seni tari sebanyak 65 buah, seni musik sebanyak 52 buah, seni musik qasidah/rebana sebanyak 48 buah, dan wayang sebanyak 9 buah. Pertunjukan kesenian daerah umumnya dikaitkan langsung dengan acara-acara serimonial seperti acara pernikahan, menyambut kelahiran seorang bayi, peresmian rumah tempat tinggal, acara sunatan anak laki-laki atau bentuk acara lainnya.

Selain kesenian daerah, Kabupaten Kerinci juga memiliki potensi budaya daerah yang sangat besar dan bernilai luhur karena tumbuh secara alami dari akar budaya masyarakat secara turun temurun hingga ratusan tahun. Hingga saat ini, masyarakat masih memegang teguh nilai-nilai budaya daerah baik dalam pelaksanaan berbagai acara adat maupun acara serimonial serta penyelesaian berbagai persoalan kemasyarakatan dalam kehidupan sehari-hari yang menyangkut harta benda atau perbuatan kriminal dan asusila.

Tari iyo-iyo dari Kecamatan Sungai Penuh




Tari Rangguk dari Kecamatan Kumun Debai




Tari Rentak Kudo dari Kecamatan Hamparan Rawang




Tari Ambung Gilo dari Dusun Baru Kota Sungai Penuh




Kesenian Suling Bambu




Sike Rebana




Kenduri Sko (Kenduri Adat)

Karakteristik Kawasan

Wilayah Kabupaten Kerinci dibagi ke dalam dua kawasan yaitu Kawasan Hutan Lindung dan Kawasan Budidaya. Pembagian ini pada satu sisi didasarkan atas karakteristik sumber daya yang ada dan mengacu pada Undang-Undang Nomor 4 tahun 1984 tentang ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup, yang menyebutkan bahwa pelaksanaan pembangunan harus selalu memperhatikan kelestarian sumberdaya alam atau berwawasan lingkungan. Pada sisi lain, lahan merupakan tempat berlangsungnya berbagai aktivitas ekonomi terutama aktivitas sektor pertanian yang berfungsi sebagai sumber penghidupan masyarakat. Persoalan dilematis ini berimplikasi pada perlunya pengaturan pola penggunaan lahan yang mampu menjamin terciptaya sumber penghidupan masyarakat dan sekaligus dapat mewujudkan kesinambungan penghidupan tersebut secara berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Kawasan Lindung
Kawasan Lindung atau non budidaya adalah kawasan yang memiliki fungsi utama untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan budaya serta sejarah, sehingga dapat menjamin berlangsungnya pembangunan secara berkelanjutan. Kawasan lindung harus mendapat perlindungan dari kegiatan-kegiatan produksi dan kegiatan manusia lainnya yang dapat merusak kelestarian lingkungan. Kawasan lindung dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok sebagai berikut:
  1. Kawasan yang memberikan perlindungan pada kawasan bawahannya, meliputi hutan lindung, kawasan bergambut dan kawasan resapan Air.
  2. Kawasan perlindungan setempat, meliputi kawasan sempadan sungai, kawasan sekitar danau atau waduk dan kawasan sekitar mata air.
  3. Kawasan suaka alam dan cagar alam terdiri dari kawasan suaka alam, taman nasional, taman hutan raya dan taman wisata alam serta kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan.
  4. Kawasan rawan bencana, yaitu kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bencana alam.
  5. Kawasan lindung di Kabupaten Kerinci adalah kawasan yang termasuk ke dalam areal Taman Nasional Kerinci Seblat dengan luas mencapai 191.822 Ha atau 50,37 persen dari keseluruhan luas wilayah Kabupaten Kerinci.
Kawasan Budidaya
Kawasan budidaya adalah kawasan yang ditetapkan fungsi utamanya untuk dibudidayakan atas dasar kondisi atau potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya buatan serta merupakan kawasan di luar kawasan lindung yang kondisi fisik dan potensi sumber daya alamnya dapat dan perlu dimanfaatkan secara optimal baik bagi kepentingan produksi atau kegiatan usaha maupun pemenuhan kebutuhan kebutuhan manusia. Oleh sebab itu penetapan kawasan ini dititik beratkan pada usaha untuk memberikan dan menunjang pengembangan berbagai kegiatan budidaya sesuai dengan potensi yang ada dengan memperhatikan pemanfaatan yang efisien dan efektif. Kawasan budidaya tersebut dapat dikelompokkan menjadi 5 bagian sebagai berikut:
  1. Kawasan hutan produksi meliputi kawasan hutan produksi terbatas, kawasan hutan produksi tetap dan kawasan hutan produksi konversi.
  2. Kawasan pertanian meliputi kawasan tanaman pangan lahan basah, kawasan tanaman pangan lahan kering, kawasan tanaman tahunan atau perkebunan, kawasan peternakan dan kawasan perikanan.
  3. Kawasan pertambangan, yaitu kawasan yang diperuntukan bagi kegiatan pertambangan, baik wilayah yang sedang maupun yang segera akan dilakukan kegiatan pertambangan.
  4. Kawasan pariwisata, yaitu kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan wisata.
  5. Kawasan permukiman, yaitu kawasan yang diperuntukan bagi kawasan permukiman.

Arti Lambang





1. Dasar Biru

Daerah kerinci terletak dipegunungan

2. Gunung dengan warna biru tua
Gunung kerinci menunjukkan kebesaran alam Kerinci

3. Masjid
Melambangkan keteguhan masyarakat Kerinci terhadap Tuhan Yang Maha Esa

4. Jenjang sebanyak 5 buah
Penduduk kerinci mayoritas beragama islam dan taat menjalankan rukun Islam yang lima

5. Lima buah jenjang dibawah masjid
Menggambarkan penjiwaan penduduk akan pancasila

6. Keris
Menunjukkan kepahlawanan Rakyat Kerinci

7. Gong
Menunjukkan persatuan Rakyat dan Ketinggian Kebudayaan

8. Padi
a. Sepuluh di sebelah kiri menunjukkan tanggal 10
b. Sebelas disebelah kanan menunjukkan tanggal 11 (angka kelahiran kabupaten kerinci)

9. Daun
Lima helai di bagian kiri dan delapan helai di sebelah kanan menunjukkan tahun berdirinya Kabupaten Kerinci yakni 1958

10. Empat kunci
Menunjukkan empat jenis pemuka masyarakat, yaitu: Alim ulama, depati ninik mamak, unsur pemerintah dan pemuda

11. Tulisan “Sakti Alam Kerinci”
Merupakan moto/semboyan Pemerintah Kabupaten Kerinci

Kerinci Masa Proklamasi Dan Penyerahan Kedaulatan

Proklamasi kemerdekaan RI di ketahui di kerinci tanggal 23 Agustus 1945, setelah utusan dari Padang menemui H. Muchtaruddin menyerahkan salinan teks Proklamasi. Tanggal 24 Agustus 1945 (jum'at pagi) rapat diadakan di kediaman A. Thalib Tyui (di rumah Nek Siin). Pada hari jum'at tanggal 24 Agustus 1945 bendera merah putih untuk pertama kalinya di kibarkan di puncak Masjid Raya Sungai Penuh oleh A. Thalib mantan Tyui (Letnan satu) Gyu-Gun. Sabtu tanggal 25 Agustus 1945 di adakan pengibaran bendera merah putih secara resmi dilapangan Sungai Bungkal (sekarang kantor DPRD Kerinci) dan di belakang asrama ex Jepang (sekarang kantor kodim 0417 Kerinci) Komite Nasional Indonesia (KNI) wilayah kerinci dibentuk pada pertengahan bulan September 1945 dengan ketuanya H. Adnan Thalib, berdasarkan keputusan Panitia Persiapan Kemerdekaan tanggal 22 Agustus 1945. Pada akhir bulan Desember 1945 A. Adnan Thalib diangkat oleh Presiden Sumatra Barat menjadi Demang (Wedana), maka ketua KNI di jabat oleh wakil ketua H. muchtaruddin.

Setelah keluarnya maklumat Wakil Presiden RI No. X tanggal 16-10-1945, realisasi maklumat Pemerintah tanggal 3-11-1945, berdirilah partai politik di Kerinci. Pada penghujung tahun1945, terbentuklah Laskar Rakyat di daerah Kerinci. Sementara itu dengan makin gawatnya situasi akibat tindakan Belanda yang bertentangan dengan persetujuan Lingkarjati, maka pemerintah Indonesia mengambil kebijakan antara lain mempersatukan semua pejuang bersenjata dibawah ini satu komando. Dengan penetapan Presiden RI tanggal 3 Juni 1947 seluruh pejuang bersenjata harus berada dalam satu wadah dan TRI di rubah menjadi TNI ( Tentara Nasional Indonesia), semua kelaskaran di bubarkan bergabung dengan TNI.

Pada tanggal 21 Agustus 1945 bala tentara Jepang Batalion Akiama Syose yang pada mulanya berkedudukan di Bukit Putus Tapan secara mendadak pindah ke Kerinci ( Sungai Penuh) dan sebagian pasukan ini di tetapkan di daerah Kayu Aro.

Pada tanggal 23 Agustus 1945 A. Thalib menemui Akiyama Syose, Komandan Pasukan Jepang itu, untuk berunding mengenai penyerahan persenjataan Jepang pada pemerintan RI. Tetapi amat di sayang kan perundingan itu tidak berhasil dan permintaan A. Thalib di tolak oleh Nakano Tyui.

September 1945 terjadi duel senjata antara pejuang dengan tentara Jepang, pertempuran ini terjadi selama dua jam 30 menit dari pukul 14.30 sampai 16.00 WSU yang mengakiabatkan 2 orang gugur dan 2 orang luka parah. Lusanya pada bulan September 1945 tersebut, dilakukanlah penyerbuan ke markas Jepang di Komandoi oleh A. Thalib tepat pada jam 22.00 malam. Mayat-mayat tentara Jepang yang tewas ± 20 orang , kemudian mayat-mayat tersebut di kremasi (di bakar) di daerah Sako Duo (Kyu Aro) di daerah Muara Labu. Pada kwartal pertama tahun 1946 keluar surat keputusan presiden Sumatra Barat tentang pengangkatan H. Adnan Thalib menjadi Demang Kerinci oleh karena itu untuk mengisi jabatan ketua komite Nasional Indonesia (KNI) di daerah kerinci yang lowong telah di pilih H. A. Rahman Dayah sebagai ketua KNI di daerah Kerinci.

Pada tanggal 1 Juni 1946 Komandan Batalion III Kerinci Mayor A. Thalib di promosikan menjadi Komandan Resimen II divisi IX di Sawah Lunto dengan pangkat Letnan Kolonel. Pada tanggal 28 Agustus 1946 Resimen II dijabat oleh Letnan Kolonel A. Thalib menggantikan Letnan Kolonel Dahlan Ibrahim.

Diakhir tahun 1946, Kpolisian Kerinci berubah menjadi Polisi Kabupaten Kerinci – Painan dengan pimpinannya Komisaris Klas II M. Nazir sedangkan para perwiranya antara lain adalah Inspektur II Memed dan Inspektur II Mawin . 18 desember 1947 sesuai dengan petunjuk dari Residen Sumatra Barat, maka di Kewedanan Kerinci dibentuklah Markas Pertahanan Rakyat Kewedanan Kerinci atau di singkat (MPRK), dengan komandannya langsung Kapten Marjisan Yunus, setelah tahun 1948 baru diserah terimakan dengan Letda Muradi.

Saat menjelang penyerahan kedaulatan oleh Belanda di Kerinci, para bekas Angkatan Perang dan Gerilya yang tersebar seluruh pelosok Kerinci, membentuk satu organisasi yang bernama Persatuan Ex Angkatan Perang RI (PAPRI). Peristiwa penyerahan Belanda di Sungai Penuh ialah dalam rangka melaksanakan perintah Panglima Divisi IX Brigade Banteng TNI Sumatra Tengah, yang menginstruksikan kepada Letkol A. Thalib berangkat keibukota Kabupaten PSK. Untuk menerima penyerahan wilayah Kerinci dari tangan Belanda ketangan Kerinci.

Perjuangan rakyat Kerinci mempertahankan kemerdekaan RI, telah menjelmakan Bumi Sakti Alam Kerinci menjadi sebuah kabupaten. Perjuangan yang dilakukan oleh rakyat Kerinci selama revolusi fisik, memiliki berbagai corak perjuangan yang heroik. Konfrensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag telah melenyapkan impian Belanda untuk menjajah kembali Indonesia, dan Bumi Alam Kerinci kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi sebagai daerah merdeka dibawah RI. Demikianlah sejarah perjuangan rakyat Kerinci mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Kedatangan Jepang

Kedatangan Jepang
Pada awal bulan Maret 1942 Jepang menyerbu ke Indonesia. Setelah Jepang memasuki daerah Sumatra Barat, maka pemuda A. Thalib pulang ke daerah kelahirannya yaitu Kerinci sewaktu Jepang membentuk “Pemuda Nippon Raya” yang berada dibawah pimpinan Khatib Sulaiman untuk daerah Sumatra barat, maka A.Thalib juga berusaha untuk membentuk ”Pemuda Nippon raya” untuk daerah Kerinci.

Sikap Rakyat Terhadap Jepang
Setelah Jepang menduduki Kerinci, Pemerintahan Militer Angkatan Darat dilaksanakan di Kerinci. Pemerintahan di Kerinci dikepalai oleh seorang Kepala Pemerintan yang disebut Busutzo. Pusat Pemerintahan pada masa itu dirumah bekas Konteler Belanda, sedangkan pasukan Jepang bermarkas dilokasi Kodim 0417 Kerinci sekarang. Keadaan sosial ekonomi rakyat Kerinci mulai dikuasai, termasuk pembatasan hak terhadap menjalankan syariat Islam serta penindasan terhadap ekonomi rakyat. Rasa takut yang sangat terhadap Kempetai Jepang, terkenal dengan sebutan MP Jepang melumpuhkan semangat dan mentalitas rakyat Kerinci.

Dibawah pemerintahan Miliater Jepang keadaan pendidikan di Kerinci hanya bertujuan untuk mendidik pemuda kader Jepang.dibawah pemerintahan Militer yang keras rakyat Kerinci dibawa Jepang kepada satu tujuan, yaitu untuk memenangkan perangnya melawan pasukan sekutu. Dibawah penindasan Pemerintahan Militer Jepang, rakyat Kerinci sangat menderita dan perekonomiannya hancur luluh. Padi rakyat diambil Jepang ditengah sawah atau dipaksa dikeluarkan dari lumbung untuk makanan serdadu Jepang. Dengan adanya perampasan itu maka rakyat Kerinci kekurangan beras.

Penjelasan dan berita bahwa Indonesia akan merdeka didapat dari pasukan Jepang yang pulang ke Kerinci. Mendengar hal itu pada pertengahan tahun 1945 golongan ulama, adat, cerdik pandai di Kerinci mulai giat melaksanakan persiapan mencari siasat untuk merebut kekuasaan dari tangan Jepang.

Like with Facebook